Sebuah Tinjauan Ekonomi Politik

Teman-temanku sekalian ketika kita mempelajari ekonomi secara komprehensif alangkah baiknya kita mempelajarinya sampai keakar-akarnya. saya ingin mengajak anda sekalian agar tetap berkenan menyisihkan waktu dan perhatian untuk terlibat dalam cara apapun yang positif, yang paling sederhana sekalipun  seperti dengan tetap mencermati berbagai perkembangan yang ada bagi bangkitnya kembali indonesia yang kita cintai. ditengah gejolak politik dan ekonomi itulah menggema kata reformasi dalam konteks mencari jalan keluar dari krisis yang dihadapi bangsa indonesia dewasa ini, setidaknya mengandung dua unsur.pertama, perubahan kearah yang lebih baik, kedua, pembaruan. 
Hakikat pembangunan adalah membentuk manusia-manusia atau individu-individu otonom, yaitu memungkinkan mereka bisa mengaktualisasikan segala potensi terbaik yang dimilikinya secara optimal. dari sini, muncul keberagaman dan spesialisasi sehingga menyuburkan pertukaran (exchange) atau transaksi. inilah yang menjadi landasan kokoh bagi terwujudnya manusia-manusia unggulan sebagai modal utama terbentuknya daya saing nasional dalam menghadapi persaingan mondial. transaksi tidak lain merupakan perwujudan dari interaksi antarmanusia dengan segala keberagaman dan kelebihannya masing-masing. adapun hasil transaksi atau transaksi tersebut adalah kesejahteraan sosial (sosial welfare), sebagaimana dijanjikan oleh prinsip keunggulan komparatif.
kokohnya bangunan kemakmuran ditopang oleh kualitas dari tiga pilar yang melandasinya, yaitu, pertumbuhan, stabilitas, dan efisiensi. sosok pertumbuhan dan dinamika pertumbuhan bisa pula ditinjau secara sektoral, sebagaimana dapat ditelaah dari struktur produksi suatu perekonomian. jadi baik struktur produksi maupun komposisi para aktornya selalu mengalami perubahan, sejalan dengan pergeseran pada komposisi faktor-faktor produksi, peningkatan SDM serta meningkatkan fungsi teknologi itu sendiri.oleh karena itulah, perspektif pengembangan daya pertumbuhan selalu di tempatkan dalam kerangka jangka panjang. dengan kata lain, upaya untuk melakukan pertumbuhanstruktural terhadap komposisi sektoral dan spatial maupun para aktornya tidak bisa dengan jalan pintas.