Menjinakkan Kenaikan Harga Bahan Pokok


Dewasa ini kenaikan harga bahan pokok semakin tak terkendali menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak yang dinamis, sehingga sebagian masyarakat ekonomi menengah ke bawah semakin tercekik. rakyat kian lelah dan kehilangan asa menyaksikan kebijakan pemerintah yang seolah kurang mensejahterakan rakyat, namun, agaknya keadaan ini tidak bisa dijadikan pembenaran untuk meminta agar rakyat terus bersabar. diantara luasnya hamparan persoalan, hal ini penting untuk menguakkan kembali optimisme masyarakat bahwa bangsa ini mampu keluar dari krisis berkepanjangan. 
secara teoritis, permintaan tidak terlalu melonjak mengingat daya beli masyarakat pada umumnya menghadapi tekanan karena tingkat pengangguran terbuka dan setegah menganggur sangat tinggi, dan jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan meningkat, apalagi, mengingat sebagian besar kebutuhan pokok, praktis tidak memiliki kandungan impor yang berarti.struktur pasar untuk sejumlah kebutuhan pokok sangat bersifat oligopolistik. beberapa perusahaan saja yang mendominasi pasar untuk untuk minyak goreng, terigu,mie,telur dan ayam ras, mereka memiliki keleluasaan untuk menetapkan harga dengan mengatur pasokan. posisi dominan mereka dipasar tidak bisa dilawan cuma dengan imbauan pemerintah, mereka hanya akan memperbesar pasokan kalau labanya meningkat. para pelaku pasar bukanlah malaikat atau makhluk sosial. karena itu, mekanisme pasar tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang suci.