Secara
etimologis, wirasawasta berasal dari dua kata yakni “wira” dan “swasta”. wira
artinya berani, perkasa, utama. swasta paduan dari kata “swa” dan “sta”. swa
artinya sendiri sedangkan sta artinya berdiri. swasta dapat diartikan sebagai
berdiri menurut kekuatan sendiri. dengan mempertimbangkan artian etimologis di
atas, bahwa wiraswasta bukan berarti usaha partikelir, usaha sampingan,
keterampilan berusaha sendiri dan sebagainya. bertolak dari ungkapan di atas,
bahwa kita dapat memperoleh pengertian yang lebih luas tentang apakah itu
wiraswasta. wiraswasta ialah keberanian, keutamaan, serta keperkasaan dalam
memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah permasalahan hidup dengan kekuatan
yang di miliki diri sendiri.
Secara
umum dapat dikatakan, bahwa manusia wiraswasta orang yang memiliki potensi
intuk berprestasi. ia senantiasa memiliki motivasi yang besar untuk maju
berprestasi. dalam kondisi dan situasi bagaimanapun, manusia wiraswasta mampu
menolong dirinya sendiri dalam mengatasi permasalahan hidup, dengan kekuatan
yang dimilikinya ia mampu untuk memenuhi setiap kebutuhan hidupnya. di samping
itu, manusia wiraswasta mampu mengatasi kemiskinan lahir maupun batin tanpa
menunggu bantuan dari negara atau instansi pemerintahan. manusia wiraswasta tak
suka bergantung kepada pihak lain di alam sekitarnya. justru manusia wiraswasta
selalu berupaya untuk bertahan dari tekanan alam atau jikalau perlu berusaha
untuk menundukkan alam, di mana iahidup dan berpijak.
Setiap
orang mempunyai kemungkinan yang sama untuk dapat mencapai kualitas manusia
semacam itu. tercapai dan tidak kualitas manusia wiraswasta di tentukan oleh
hal belajar seseorang. apabila ia memiliki kemauan, ketekunan, keuletan dalam
hal belajar, niscaya pintu akan terbuka lebar bagi orang itu untuk mencapai
kualitas berwiraswasta. disinilah letak pentingnya pendidikan orang-orang yang
ber wiraswasta.bersar tidaknya sumber daya manusia itu tergantung pada kuat
tidaknya pribadi manusia itu, dari dalam pribadi yang kuat, tumbuhlah motivasi
dan potensi untuk maju dan berprestasi. sebaliknya dari pribadi yang lemah,
terpancar benih-benih sikap dan
pemikiran yang kerdil, picik, dan miskin. tidak semua mampu mengenal diri
sendiri. manusia cenderung lebih banyak memperhatikan tingkah laku atau
perbuatan orang lain.oleh sebab itu manusia cenderung banyak mengadakan
penilaian terhadap perbuatan orang lain. sehingga jarang manusia mengadakan
penilaian terhadap dirinya sendiri.
lantas, bagaimana pribadi yang kuat
itu?
Bilamana
seseorang membiarkan dirinya dikuasai oleh jiwa kerdilnya itu, maka ia akan
memperolwh kehidupan yang kerdil pula. oleh karenanya seseorang harus selalu
belajar, agar dirinya terkuasai oleh jiwa yang besar yang akan membawanya ke
sifat yang optimis, dinamis, serta kreativitas yang tinggi. persoalan maju
tidaknya kehidupan manusia, tergantung manusia itu sendiri. betul kan? sebab ia
harus berusaha melengkapi diri dengan jiwa besar ataukah dengan jiwa kerdilnya.
tanda seorang wiraswasta yaitu memilki kepribadian yang kuat. orang-orang yang
berkeoribadian memiliki cirri-ciri :
1. mempunyai
moral yang tinggi
2. memiliki
sikap mental wiraswasta
3. mempunyai
kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya, serta
4. keterampilan
wiraswasta.
Manusia
wiraswasta mempunyai ketekunan dan keuletan dalam kerja dan berusaha. kemajuan
dan sukses diperoleh melalui usaha dan kerja keras dengan menggunakan berbagai
potensi yang dimiliki. oleh karena itu disamping mampu memanfaatkan okol secara
intelijen, juga memfungsikan akalnya secara intensif untuk memecahkan berbagai
macam persoalan yang ia hadapi. manusia
mempunyai daya kekuatan yang jitu untuk mengenal dan memecahkan setiap
permasalahan yang dihadapi. akal bekerja menggunakan akal dan pikiran.
pekerjaan pikiran kita akan memberikan stimulus terhadap kemajuan dan kesuksesan
apabila pemikiran itu bersifat konstruktif serta kreatif.
wiraswasta
setidaknya memiliki beberapa kekuatan yang akan membangun mental dan
kepribadiannya yakini:
1. mau
bekerja keras
2. berkeyakinan
kuat
3. disiplin
tinggi
4. ketahan
fisik danmental.
5. mind
set yang bersifat konstruktif serta kreatif.
Agar
kita sukses dalam ber-wiraswasta, maka kita harus belajar mengenal cirri-ciri
pribadi orang lain yang kita hubungi. hendaknya mengetahui kesenangan, hobi,
kecakapan, kebutuhan dan tingkahlakunya. selain itu, kita harus tahu bagaimana
mengenal orang lain. olehnya itu, mengenal karakter orang lain tidaklah mudah,
kita harus mampu menempatkan diri diantara kepentingan orang lain dan kemudian berusaha untuk menyesuaikan diri
dengan perbedaan individual dan orang lain.