Perlu
dianalisis, kesiapan perusahaan yang berkaitan dengan manajemen sumber daya
manusia mulai dari pengadaan sampai pada penempatannya di jabatan tertentu
untuk menjalankan kegiatan perusahaan. Menurut Kasmir ( 2012:172), manajemen
sumber daya manusia dapat dijabarkan dalam fungsi manajerial yang meliputi
perencanaan,pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, dan fungsi operatif
yang meliputi pengadaan, kompensasi, pengembangan, integrasi, pemeliharaan, dan
pemutusan hubungan kerja.
Komponen
organisasi yang paling penting adalah pekerjaan atau jabatan. untuk mencapai
tujuan, organisasi perlu menetapkan jenis-jenis pekerjaan yang harus
dilaksanakan. pihak manajemen dan khususnya manajemen sumber daya manusia
mutlak perlu mempunyai keterangan-keterangan yang lengkap dan tepat mengenai
semua jabatan untuk dapat melaksanakan tiap fungsi operatif dengan baik.
keterangan-keterangan jabatan tersebut diperoleh dari analisis jabatan. Menurut
Jakfar (2012: 173), menjelaskan analisis jabatan dapat diartikan suatu proses
yang sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyintesiskan data
jabatan. dari analisis jabatan akan di peroleh uraian jabatan dan spesifikasi
jabatan. uraian jabatan dapat memuat keterangan yang lengkap, singkat, jelas,
dan konsisten mengenai suatu jabatan.
Adapun
spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan memuat syarat-syarat minimum yang
harus dipenuhi oleh seseorang agar dapat
melaksanakan jabatan tertentu dengan baik. persyaratan jabatan memuat antara
lain :
1. Persyaratan
pendidikan;
2. Persyaratan
pelatihan;
3. Persyaratan
pengalaman;
4. Persyaratan
psikologi; dan
5. persyaratan
khusus
Informasi
analisis jabatan bisa berguna bagi perencanaan sumber daya manusia, penarikan
tenaga kerja, orientasi, pelatihan, dan pengembangan, penilaian pelaksanaan
pekerjaan, perencanaan karier , kompenasasi, keselamatan dan kesehatan pegawai.
Dalam
proyek baru tentunya belum bisa melakukan analisis jabatan, tetapi dapat
melakukan perancangan jabatan (job design) atau menggunakan informasi jabatan
kunci (Key job) dari proyek lain yang memiliki jabatan sejenis menggunakan expert
dalam bidangnya.
Menurut
Jakfar (174: 2012), perancangan jabatan merupakan proses yang ditentukan dan
diciptakan oleh karakteristik dan kualitas kerja dari suatu jabatan. pada
umumnya perancangan jabatan di dasarkan pada :
1. Pendekatan
Mekanistik, perancangan kerja dengan pendekatan ini di dasarkan pada ilmu
teknik mesin dan menitikberatkan pada tugas.
2. Pendekatan
Faktor Manusia, dalam perancangan jabatan perlu memerhatikan faktor tubuh baik
biologi maupun psikologi si pekerja.
3. Pendekatan
Motivasi, di dasarkan pada psikologi organisasi, di mana kerja di rancang untuk
merangsang motivasi kerja.
Perencanaan
sumber daya manusia merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk
meramalkan atau memperkirakan kebutuhan sumber daya manusia dalam suatu bisnis
atau perusahaan. setelah melakukan perkiraan terhadap jumlah barang atau jasa
yang akan dihasilkan, selanjutnya perkiraan ini di ubah kedalam jumlah orang
yang dibutuhkan untuk mengerjakan/ melaksanakan aktivitas tersebut.
Penarikan
(Recruitment) adalah upaya mencari calon karyawan yang memenuhi syarat tertentu
sehingga dari mereka perusahaan dapat memilih orang-orang yang paling tepat
untuk mengisi lowongan yang ada.
Seleksi
adalah suatu proses untuk memilih atau mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi
syarat yang telah di tentukan organiasasi. proses seleksi diawali dari seleksi
administrasi seterusnya dilanjutkan dengan uji materi, kesehatan, psikologi dan
terakhir wawancara.
Pengembangan
karir merupakan gabungan dari peningkatan-peningkatan pribadi yang di lakukan
seseorang dan perencanaan sumber daya manusia di dalam organisasi atau perusahaan.
Kompensasi
pada umumnya dapat berupa kompensasi financial dan kompensasi nonfinansial.
kompensasi financial terdiri dari upah, gaji, komisi, bonus, dan asuransi.
kompensasi nonfinansial berupa rasa aman, pengembangan diri, kenyamanan, dan
persahabatan.
